Dead stock adalah barang yang tidak bergerak cukup lama sehingga uangnya lebih berguna di tempat lain. Ia tidak selalu “rusak”. Sering masih cantik di rak, hanya tidak ada yang mengambil. Setiap bulan Anda bayar sewa untuk menyimpannya, plus risiko expired dan model ketinggalan.
Definisi yang ditulis, bukan perasaan
Contoh definisi toko: tidak ada penjualan 90 hari (kelas C) atau 60 hari (kelas A/B — karena A yang diam adalah alarm). Pengecualian: barang musiman yang sengaja ditahan (parcel, baju lebaran) dengan tanggal review. Tanpa tanggal, semua orang bilang “nanti musimnya”.
SKU baru di bawah 60 hari jangan dihukum dead. SKU indent pelanggan (sudah dibayar, menunggu) bukan dead — itu stok alokasi.
Hitung biaya diam, biar owner marah ke barang, bukan ke perasaan
Biaya kasar per bulan = (nilai stok mati × bunga modal) + porsi sewa rak. Bunga modal UMKM sering 1–2% per bulan jika uang itu bisa dipakai restok A atau bayar hutang. Sewa: jika gudang Rp6 juta dan 15% volume diisi dead, itu Rp900.000/bulan untuk debu.
Contoh: dead senilai Rp25 juta. Bunga 1,5% = Rp375.000. Plus sewa rak Rp900.000. Total “pajak diam” ± Rp1,27 juta per bulan. Itu gaji part-time. Tiba-tiba obrolan “jangan didiskon, rugi” terdengar mahal.
Empat jalur pencairan, urut dari yang paling bersih
- Kembalikan ke supplier jika masih dalam perjanjian. Lebih baik daripada diskon dalam.
- Pindah kanal: paket, marketplace obral, penjualan ke karyawan, grosir tetangga. Hitung lantai harga (HPP sudah “sunk”, tapi jangan jual di bawah biaya kirim + komisi sampai kas benar-benar minus).
- Bundling dengan kelas A: habiskan C sambil menjaga A tidak didiskon liar.
- Buang / sumbang / rusak-tulis: untuk expired dan barang yang biaya simpan > sisa nilai. Menahan busuk merusak SKU sehat di sekitarnya.
| Umur diam | Tindakan default |
|---|---|
| 60–90 hari | Stop beli, pindah rak mata, bundling |
| 91–180 hari | Diskon bertahap, klaim supplier |
| > 180 hari | Obral / keluar gudang, jangan restok |
| Expired < 30 hari | Jalur cepat, jangan tunggu rapat |
Jangan obrolan abadi di grup
Setiap SKU dead punya owner (pembeli yang memutuskan restok dulu) dan deadline. Rapat 20 menit dua minggu sekali: lulus atau turun jalur berikutnya. Tanpa owner, dead adalah tanggung jawab “semua orang” — artinya tidak ada.
Cegah gelombang berikutnya
Dead lahir dari bonus supplier yang tidak dihitung uang tertahan, dari ikut tren 3 bulan terlambat, dan dari takut kehabisan SKU C. ABC + MOQ + stop-beli otomatis setelah 60 hari diam memotong sumber. Opname tanpa daftar diam hanya merapikan angka, tidak merapikan modal.
Daftar “tidak bergerak” harus keluar dari sistem, bukan dari ingatan gudang. Setelah penjualan per SKU tercatat, laporan diam 90 hari tinggal difilter.
Hitung obral: rugi kertas vs rugi kas
HPP Rp20.000, jual obral Rp12.000: rugi kertas Rp8.000. Jika barang akan expired 20 hari lagi dan biaya diam Rp1.200.000/bulan untuk tumpukan itu, menahan “supaya tidak rugi” bisa lebih mahal. Bandingkan: (HPP − harga obral) × qty vs biaya diam sisa umur + risiko nol. Obral bukan kelemahan; menahan busuk yang kelemahan.
Jangan campur obral ke harga papan permanen. Channel obral (keranjang khusus, event, karyawan) menjaga pelanggan reguler tidak belajar menunggu diskon.
Bolana ERP bisa mempercepat filter itu; keputusan obor atau retur supplier tetap keputusan manusia yang memegang rumus biaya diam.
Dead stock yang “nanti naik daun”
Tanpa tanggal review, itu bukan strategi, itu penolakan rugi. Tulis: review 30 hari sebelum musim. Jika 14 hari menjelang musim stok masih 80% dan pre-order tidak ada, cairkan sebagian sekarang. Menunggu puncak lalu panik obor di H-2 hanya merusak harga pasar Anda sendiri.
Barang rusak ringan (penyok, debu) masuk jalur karyawan atau bundling, bukan rak utama. Mencampur ke rak utama menurunkan persepsi toko dan tetap tidak laku.
Laporan diam 90 hari dicetak, 10 SKU teratas nilai, owner pilih jalur 1–4 di rapat 20 menit. Tanpa pilihan tertulis, gudang akan menggeser karton ke sudut yang lebih gelap.
Komentar (0)
Tulis KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!