Owner yang membuka 40 laporan sehari biasanya tidak memutuskan apa-apa. Yang dibutuhkan adalah 10 angka setiap Senin, 25 menit, lalu satu daftar tindakan. KPI di bawah ini untuk toko/grosir. Jasa bisa mengganti HPP dengan utilisasi jam, tetapi semangatnya sama: kas, barang, orang, pelanggan.
Cara pakai, bukan cara memajang
Setiap KPI punya: angka minggu ini, minggu lalu, dan ambang. Ambang tembus = wajib ada pemilik tindakan, bukan “ditinjau”. Tulis di selembar, bukan di 12 dashboard warna-warni.
Sepuluh angka
- Omzet bersih (setelah retur). Pecah toko vs marketplace jika ada. Ambang: impas harian × hari buka.
- Laba kotor % (atau proxy: omzet − beli bersih minggu itu, jika opname belum ada — sadari itu kasar). Turun 2 poin: cek diskon dan HPP.
- Kas masuk vs kas keluar rekening usaha. Bukan laba. Ini napas.
- Saldo piutang jatuh tempo lewat (keranjang 8+ hari). Naik: hentikan kirim ke nama bermasalah.
- Hutang supplier 7 hari ke depan vs saldo kas. Minus berarti restok dari janji kosong.
- Stok kelas A kosong berapa SKU, berapa jam. Lost sales paling mahal di sini.
- Nilai dead / tidak gerak 90 hari. Arahnya harus turun atau cair.
- Selisih kasir kumulatif. Pola shift > ambang: investigasi, bukan potong diam-diam.
- Retur % omzet per kanal. Lonjakan SKU atau kasir tertentu.
- Jumlah nota vs nota void. Void tinggi = pelatihan atau penyalahgunaan.
| KPI | Contoh ambang | Tindakan jika tembus |
|---|---|---|
| SKU A kosong | > 3 SKU atau > 4 jam | Darurat restok, review reorder |
| Piutang lewat | Naik > 20% vs minggu lalu | Stop kirim, owner telpon |
| Kas bersih minggu | Negatif 2 minggu beruntun | Tahan belanja C, undur non-esensial |
| Retur marketplace | > 5% omzet kanal | Audit listing & packing |
Yang sengaja tidak masuk 10 besar
Like media sosial, jumlah SKU total, “kesibukan” gudang, dan omzet kotor sebelum retur. Itu vanity. Masukkan hanya jika sudah jadi masalah (misalnya SKU meledak sampai master data rusak).
Ritual Senin 08.30–08.55
15 menit kumpulkan angka (admin siapkan Jumat sore). 10 menit owner pilih maksimal 3 tindakan minggu ini. Lebih dari 3, tidak ada yang selesai. Tulis nama penanggung jawab. Jumat 16.00: cek 3 tindakan itu, bukan buka KPI baru.
Kalau mengumpulkan 10 angka butuh setengah hari, masalahnya data, bukan motivasi. Nota, stok, dan kas harus satu sumber.
Siapkan template Jumat sore
Admin mengisi 10 kotak sebelum pulang Jumat. Senin owner hanya membaca dan memutuskan. Jika Jumat kosong, Senin akan habis berburu file. Itu bukan “budaya data”, itu kurang disiplin kalender.
Visual cukup semafor: hijau dalam ambang, kuning 10% di luar, merah tembus. Jangan 3D chart. Tiga tindakan tertulis di bawah semafor. Review Jumat berikutnya: selesai / mundur / batal, dengan alasan. KPI tanpa closing loop hanya dekorasi ruang owner.
Bolana ERP masuk akal sebagai pengumpul, setelah Anda menolak menambah KPI “karena fiturnya ada”.
Jangan ganti 10 KPI setiap bulan
Stabil 90 hari agar tren kebaca. Yang boleh berubah adalah ambang, bukan daftar, kecuali bisnis model berubah (misalnya baru buka marketplace). Menambah KPI retur iklan, engagement, dan “mood tim” membuat Senin menjadi seminar, bukan keputusan.
Jika admin tidak bisa mengisi 10 kotak Jumat, potong jadi 6 dulu: omzet, kas, piutang lewat, hutang 7 hari, SKU A kosong, selisih kasir. Enam yang hidup mengalahkan sepuluh yang dikarang Senin pagi.
Owner yang bepergian tetap terima foto lembar itu. Keputusan boleh dari HP. Yang tidak boleh: menunda Senin sampai Kamis karena “data belum lengkap”. Data tidak lengkap adalah sinyal proses, dan itu sendiri tindakan: perbaiki sumber angka, bukan menunggu sempurna.
Contoh tindakan bagus: “Selasa, Budi telepon 5 piutang keranjang 8 hari; Rina restok 3 SKU A yang sempat kosong 6 jam; owner tahan belanja kelas C sampai Jumat.” Contoh tindakan buruk: “Tingkatkan awareness stok.” Yang buruk tidak bisa dicek Jumat sore.
Komentar (0)
Tulis KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!