Order lewat WhatsApp, DM, dan telepon memang praktis, tapi mudah hilang di kerumunan chat. Akibatnya: double kirim, lupa proses, atau pelanggan menunggu tanpa kepastian.
Dampak ke reputasi
- Komplain meningkat
- Tim saling salah paham status order
- Sulit hitung performa sales
- Sulit audit promo dan diskon
Pola yang lebih aman
Setiap order harus masuk ke sistem dengan status jelas: baru, diproses, dikirim, selesai. Chat boleh jadi kanal komunikasi, tapi bukan “database” utama.
Solusi praktis: Pindahkan order dari chat berantakan ke sistem penjualan dengan status yang bisa dilacak. Mulai dari Bolana ERP — sistem yang membantu UMKM dan pebisnis menertibkan stok, keuangan, dan operasional dalam satu tempat.
#MasalahPebisnis #DigitalisasiBisnis #AplikasiERPIndonesia #BolanaERP #MasalahUMKM
Komentar (0)
Tulis KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!