Banyak pemilik UMKM baru sadar stok bermasalah saat barang “habis di gudang” tapi catatan masih menunjukkan tersedia. Selisih kecil tiap hari perlahan menjadi kerugian besar di akhir bulan.
Kenapa stok mudah hilang jejak?
- Pencatatan manual di buku atau Excel yang jarang di-update
- Penjualan, retur, dan transfer antar gudang tidak tercatat real-time
- Tidak ada riwayat siapa yang mengubah stok
- Opname dilakukan jarang, sehingga selisih menumpuk
Dampak ke bisnis
Stok tidak akurat membuat pemesanan ke supplier salah, pelanggan kecewa karena barang kosong, dan laporan laba jadi menyesatkan. Untuk pebisnis yang ingin scale, ini menjadi penghambat serius.
Cara menertibkan
Pisahkan alur masuk–keluar barang, wajibkan scan/input tiap transaksi, dan gunakan sistem yang menghubungkan penjualan dengan stok otomatis. Tanpa itu, tim hanya “menerka” kondisi gudang.
Solusi praktis: Jika stok Anda sering selisih, saatnya beralih dari catatan manual ke sistem terintegrasi. Mulai dari Bolana ERP — sistem yang membantu UMKM dan pebisnis menertibkan stok, keuangan, dan operasional dalam satu tempat.
#MasalahUMKM #KelolaStokUMKM #UMKMIndonesia #BolanaERP #ERPUMKMIndonesia
Komentar (0)
Tulis KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!